Pengertian Struktur Tanah

Pengertian Struktur Tanah

Struktur Tanah

Struktur tanah merupakan gumpalan-gumpalan kecil dari tanah akbiat melekatnya butir-butir tanah satu samalain. Satu unit struktur disebut ped. Apabila unit-unit struktur tersebut tidak terbentuk maka dikatakan bahwa tanah tersebut tidak berstruktur. Dalam hal ini ada dua kemungkinan yaitu : 1) Butir tunggal (single grain) = butir-butir tanah tidak melekat satu sama lain (contoh tanah pasir); 2) Pejal (massive) = buitr-butir tanah melekat satu sama lain dengan kuat sehingga tidak membentuk gumpalan-gumpalan (ped).

Penyipatan strukur tanah meliputi 3 hal yaitu bentuk, tingkat perkembangan dan ukuran.

a.       Bentuk struktur

Bentuk struktur tanah dibedakan menjadi :

1.      Lempeng (platy) : sumbu vertikal lebih pendek dari sumbu horisontal.

2.      Prismatik (prismatic) : sumbu vertikal lebih panjang dari sumbu horisontal. Sisi atas tidak membulat.

3.      Tiang (columnar) : sumbu vertikal lebih panjang dari sumbu horisontal. Sisi-sisi atas membulat.

4.      Gumpal bersudut (angular blocky) : sumbu vertikal sama dengan sumbu horisontal. Sisi-sisi membentuk sudut tajam.

5.      Gumpal membulat (subangular blocky) : sumbu vertikal sama dengan sumbu horisontal. Sisi-sisi membentuk sudut membulat.

6.       Granuler (granular) : membulat, atau banyak sisi. Masing-masing buitr ped tidak porous.

7.      Remah (crumb) : membulat atau banyak sisi, sangat porous.

b.      Tingkat Perkembangan atau Kemantapan Struktur

1.      Lemah : butir-buitr strukutr dapat dilihat, tetapi sudah rusak dan hancur waktu diambil dari profil tanah untuk diperiksa.

2.      Sedang : butir-buitr struktur agak kuat dan tidak hancur waktu diambil dari profil untuk diperiksa.

3.      Kuat : butir-butir struktur tidak rusak waktu diambil dari profil tanah dan tidak hancur walaupun digerak-gerakkan.

c.       Ukuran Struktur

1.      Untuk bentuk struktur lempeng, granuler dan remah :

– sangat halus/tipis                   : < 1 mm.

– halus                                      : 1-2 mm.

– sedang                                   : 2-5 mm.

– kasar/tebal                             : 5-10 mm.

– sangat kasar                          : > 10 mm.

2.      Untuk bentuk struktur gumpal membulat dan gumpal menyudut :

– sangat halus                          : < 5 mm.

– halus                                      : 5-10 mm.

– sedang                                   : 10-20 mm.

– kasar                                      : 20-50 mm.

– sangat kasar                          : > 50 mm.

3.      Untuk bentuk struktur prismatik dan tiang :

– sangat halus/tipis                   : < 10 mm.

– halus                                      : 10-20 mm.

– sedang                                   : 20-50 mm.

– kasar/tebal                             : 50-100 mm.

– sangat kasar                          : > 100 mm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s